Air merupakan material paling penting di dunia. Ya, meskipun kadang tanpa sadar kita terbiasa membuang-buangnya, air adalah elemen utama pembentuk kehidupan. Bahkan, jika kita berkaca pada diri sendiri, sebagai besar kandungan tubuh kita terdiri dari air. Kita bisa hidup 2 minggu tanpa makan. Tapi, kita bakal langsung mati jika dalam beberapa hari saja tidak meminum air.
Lantaran air adalah sumber kehidupan, maka kita bisa bilang ia bernilai sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari emas sekalipun. Bagi kita yang hidup di Indonesia di mana air bisa didapatkan dengan sangat-sangat mudah, air mungkin tidak berarti banyak. Namun, bagi sebagian orang di tempat lain, air lebih berharga dari apa apa pun.
Deretan foto-foto ini jadi bukti sahih jika air yang menurut kita murah itu, nyatanya lebih bernilai daripada sebongkah emas sekalipun.
1. Lihatlah orang-orang India ini. Mereka sampai mengantri air seperti ini, sementara kita begitu gampangnya membuang air
Warga India mengantri Air [Image Source]
2. Warga kota Allahab, India, ini mau tidak mau harus memanfaatkan air kotor ini untuk hidup
Kondisi mengenaskan di Allahab, India [Image Source]
3. Air seperti ini bagi kita jorok, namun bagi warga Kenya adalah berkah
Warga Kenya mengambil air [Image Source]
4. Sepertinya tidak perlu dijelaskan dari mana asal air yang dibuat mandi anak kecil ini
Penduduk Kolkata mandi dengan air tercemar [Image Source]
5. Bahkan air di sela-sel rel kereta api bagi sebagian orang adalah berkah tersendiri
Seorang wanita mengambil air di sela-sela rel [Image Source]
6. Orang-orang ini bingung antara iya dan tidak untuk menggunakan air kotor itu
Penduduk yang kebingungan mencari air bersih [Image Source]
7. Potret warga Siria yang begitu mengharapkan air, padahal sumur terlihat kering
Warga Siria menanti sumur yang tidak ada airnya [Image Source]
8. Bahkan air di tanah kering seperti ini, adalah berkah bagi sebagian orang
Penduduk Afrika Selatan mengumpulkan air kotor [Image Source]
9. Warga Rohingya mengumpulkan air hujan untuk minum. Mereka mengharap belas kasih Tuhan
Warga Rohingnya mengumpulkan air hujan [Image Source]
10. Meskipun bau, warga Baghdad ini tetap mengambil air kotor itu
Warga Baghdad mengambil air yang bau [Image Source]
11. Anak kecil Ethiopia ini tak punya pilihan lain selain minum genangan air kotor di depannya
Bocah kecil Ethiopia meminum air kotor [Image Source]
12. Pun begitu dengan bocah Sudan ini, ia terpaksa akan meminum air itu
Bocah Sudan ini mengumpulkan air kotor [Image Source]
13. Tidak terbayangkan jika kita ada di posisi orang-orang ini
Penduduk Guwahati, India, mengumpulkan air [Image Source]
Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio seminggu ini sedang digencarkan pemerintah untuk mencegah balita terserang Polio. Namun tidak bagi sekelompok warga di desa Argasunya, Cirebon, Jawa Barat.
Jumat (11/03/16) Petugas Puskesmas di desa tersebut bingung terhadap warga desa yang enggan memberikan vaksin Polio kepada anak-anaknya.
Bahkan sejumlah ibu-ibu langsung berlari menggendong anaknya saat melihat petugas vaksin datang ke desa tersebut. Mereka terlihat seperti ketakutan saat melihat petugas kesehatan datang. Warga pun akhirnya banyak yang menolak petugas kesehatan untuk menggelar Pekan Imunisasi tersebut.
Beberapa orang warga menuturkan bahwa ada sebagian dari mereka yang merasa trauma ketika anaknya tiba-tiba panas badannya usai di vaksin. Selain itu juga pernah ada yang meninggal usai di vaksin.
Bahkan seorang warga yang bermukim di RW 09 Kelurahan Argasunya menuturkan bahwa katanya vaksin imunisasi itu mengandung bahan dari minyak babi.
Dari penuturan sejumlah warga tersebut, akhirnya Petugas dari Puskesmas pun merasa kesulitan dan tidak bisa berbuat banyak, karena cerita mitos tersebut sudah sangat merekat di masyarakat.
sumber: merdeka.com
Jumat (11/03/16) Petugas Puskesmas di desa tersebut bingung terhadap warga desa yang enggan memberikan vaksin Polio kepada anak-anaknya.
Bahkan sejumlah ibu-ibu langsung berlari menggendong anaknya saat melihat petugas vaksin datang ke desa tersebut. Mereka terlihat seperti ketakutan saat melihat petugas kesehatan datang. Warga pun akhirnya banyak yang menolak petugas kesehatan untuk menggelar Pekan Imunisasi tersebut.
Beberapa orang warga menuturkan bahwa ada sebagian dari mereka yang merasa trauma ketika anaknya tiba-tiba panas badannya usai di vaksin. Selain itu juga pernah ada yang meninggal usai di vaksin.
Bahkan seorang warga yang bermukim di RW 09 Kelurahan Argasunya menuturkan bahwa katanya vaksin imunisasi itu mengandung bahan dari minyak babi.
Dari penuturan sejumlah warga tersebut, akhirnya Petugas dari Puskesmas pun merasa kesulitan dan tidak bisa berbuat banyak, karena cerita mitos tersebut sudah sangat merekat di masyarakat.
sumber: merdeka.com
