Seorang supir bus di Mesir tertangkap saat menjalani tes urin penggunaan nark0tika di perusahaannya. Ini lantaran dia memakai urin sang istri dan hasilnya positif hamil.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (6/11), supir bus itu dengan beberapa rekan
kerjanya dipilih oleh otoritas pemeliharaan transportasi untuk mengikuti tes standar mendeteksi apakah mereka menggunakan nark0tika atau tidak.
Mesir memang tengah dicengkeram meningkatnya pengguna obat penahan sakit sering disebut opium yang populer di antara pekerja. Demi meningkatkan biaya hidup mereka kadang memiliki dua pekerjaan dan tentunya membuat stres.

Demi menghindari tes nark0tika pengemudi itu mengambil urin istrinya dan mengakui jika itu milik dia. Namun lelaki tak disebutkan namanya ini tidak menyadari istrinya tengah hamil dua bulan.
“Selamat, Anda bunting,” ujar otoritas mengadakan tes nark0tika itu yang langsung mencokok si pria.
Menurut Tamer Amin pembawa acara Politik Mesir kasus ini sungguh kocak namun miris. Menurutnya penggunaan obat-obatan terlarang sudah di tingkatan mengkhawatirkan dan menjadi biasa seperti rokok.
Sekitar 12 ribu orang meninggal saban tahunnya di jalan-jalan di Mesir. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada sekitar 42 kematian per 100 ribu populasi dan ini tingkat fatal.
Pengguna obat-obatan penghilang rasa sakit ini digunakan para pekerja tengah stress dan tidak mampu istirahat. Sejak kejadian tes urin supir bus ini otoritas mengganti jadi pengambilan sampel darah.
Sumber:merdeka.com
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sonya Depari, siswi SMA Methodist I Medan, Sumatra Utara, didaulat menjadi Duta Anti Narkoba di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (7/5/2016).
Didaulatnya Sonya bersamaan acara Gereja Reformasi Stop Narkoba dalam acara menyambut Perayaan Pra-500 tahun Reformasi Gereja.
Di acara hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional ini, Sonya hadir mengenakan kaus putih dan turut serta dalam acara lomba gerak jalan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB.
Panitia Penyelenggara, Wasinton Pane, mengungkapkan didaulatnya Sonya menjadi Duta Anti Narkoba merupakaan kesengajaan dan sudah mempercayakan hal tersebut kepada dia.
"Ya, memang Sonya Depari kami tunjuk menjadi duta anti narkoba pada hari ini dalam acara Gereja Reformasi Stop Narkoba," kata Wasinto.
Menurut Washington, didaulatanya Sonya sebagai Duta Anti Narkoba dalam acara ini guna menumbuhkan kembali rasa percara dirinya setelah terpuruk sejak ditinggal ayahnya."Kami memang sengaja menjadikan Sonya Depari sebagai Duta Anti Narkoba pada hari ini. Hal ini kami lakukan untuk memulihkan rasa percara diri Sonya Depari setelah apa yang dialaminya sebelumnya," beber dia.
Sementara Sonya dalam acara pagi tadi tampak santun dan ramah kepada semua orang yang menyapanya.
Terlebih, ketika www.tribun-medan.com meminta untuk mengabadikan fotonya dalam acara tersebut, perempuan berkulit putih dengan senang hati mengizinkannya.
"Iya Bang, boleh kok," ucap Sonya sambil mengangguk.
JAKARTA -- Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviandi, masih teler saat digelandang Badan Narkotika Nasional ke markas BNN di Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/3) sore.
Bahkan, saat dihadirkan dalam jumpa pers, sang bupati hanya cengaf-cengir. Tatap matanya kosong. Meski tangannya tak diborgol, tidak seperti empat rekannya yang diamankan, sang bupati tetap duduk santai.
Mengenakan baju biru, ia sesekali melongok ke arah Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Deputi Pemberantasan Natkotika BNN Brigjen Arman Depari dan Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi yang memberikan keterangan pers.
Saat wartawan meminta izin mewawancarai Wazir, Budi Waseso tidak mengizinkan. "Jangan, dia masih dalam pengaruh narkotika," kata pria yang karib disapa Buwas ini.
Ia menambahkan, Wazir memang sejak saat ditangkap di rumahnya di Ogan Ilir, masih terpengaruh barang haram tersebut. Saat ditangkap, Wazir juga tidak kabur. "Mau lari kemana dia? Lagi on (mabuk) begitu," ujarnya.
Saat ini, Wazir dan empat rekannya diamankan BNN. SUMBER JPNN.COM
