Kabupaten Garut, di Jawa Barat, kembali diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor. Banjir dan longsor yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Selasa lalu, telah membuat banyak tempat di Garut terendam banjir, tertimbun longsor, yang bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.
Melihat kondisi ini, tentunya banyak pihak yang turut bersimpati dan merasa berkewajiban untuk membantu kesulitan warga Garut yang tertimpa bencana. Berbagai bantuan pun kini mulai mengalir untuk meringankan beban dan penderitaan warga.
Salah satu pihak yang telah turut membuka posko bantuan untuk bencana tersebut adalah Front Pembela Islam atau FPI. DPW FPI Garut membuka posko bantuan bencananya disekitar wilayah Garut Kota. Selain membuka Posko Bencana, tentunya anggota FPI juga terlibat langsung sebagai tenaga relawan guna membantu para korban bencana.
"Relawan FPI Garut peduli bencana. DPW FPI Garut sudah membuka posko di Kp Rengganis RW 02, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota," ujar Habib Rizieq Shihab, Imam Besar FPI, melalui akun Fanspagenya.
Bencana Banjir dan Longsor di Garut, memang begitu berdampak pada kehidupan dan aktivitas masyarakat. Melihat kondisi ini, Habib Rizieq lantas menyerukan kepada masyarakat dan juga Netizen untuk bisa bersama-sama membantu kesulitan warga dengan mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan pakaian.
Bagi yang berniat untuk turut membantu, bisa mendatangi langsung posko bantuan bencana FPI tersebut dan menghubungi relawan FPI yang bertugas di lapangan atau melalui nomor0852 2358 0409, yang bisa dihubungi di setiap waktu. BDLV/TM
SUMBER: SOERA RAKJAT
Air merupakan material paling penting di dunia. Ya, meskipun kadang tanpa sadar kita terbiasa membuang-buangnya, air adalah elemen utama pembentuk kehidupan. Bahkan, jika kita berkaca pada diri sendiri, sebagai besar kandungan tubuh kita terdiri dari air. Kita bisa hidup 2 minggu tanpa makan. Tapi, kita bakal langsung mati jika dalam beberapa hari saja tidak meminum air.
Lantaran air adalah sumber kehidupan, maka kita bisa bilang ia bernilai sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari emas sekalipun. Bagi kita yang hidup di Indonesia di mana air bisa didapatkan dengan sangat-sangat mudah, air mungkin tidak berarti banyak. Namun, bagi sebagian orang di tempat lain, air lebih berharga dari apa apa pun.
Deretan foto-foto ini jadi bukti sahih jika air yang menurut kita murah itu, nyatanya lebih bernilai daripada sebongkah emas sekalipun.
1. Lihatlah orang-orang India ini. Mereka sampai mengantri air seperti ini, sementara kita begitu gampangnya membuang air
Warga India mengantri Air [Image Source]
2. Warga kota Allahab, India, ini mau tidak mau harus memanfaatkan air kotor ini untuk hidup
Kondisi mengenaskan di Allahab, India [Image Source]
3. Air seperti ini bagi kita jorok, namun bagi warga Kenya adalah berkah
Warga Kenya mengambil air [Image Source]
4. Sepertinya tidak perlu dijelaskan dari mana asal air yang dibuat mandi anak kecil ini
Penduduk Kolkata mandi dengan air tercemar [Image Source]
5. Bahkan air di sela-sel rel kereta api bagi sebagian orang adalah berkah tersendiri
Seorang wanita mengambil air di sela-sela rel [Image Source]
6. Orang-orang ini bingung antara iya dan tidak untuk menggunakan air kotor itu
Penduduk yang kebingungan mencari air bersih [Image Source]
7. Potret warga Siria yang begitu mengharapkan air, padahal sumur terlihat kering
Warga Siria menanti sumur yang tidak ada airnya [Image Source]
8. Bahkan air di tanah kering seperti ini, adalah berkah bagi sebagian orang
Penduduk Afrika Selatan mengumpulkan air kotor [Image Source]
9. Warga Rohingya mengumpulkan air hujan untuk minum. Mereka mengharap belas kasih Tuhan
Warga Rohingnya mengumpulkan air hujan [Image Source]
10. Meskipun bau, warga Baghdad ini tetap mengambil air kotor itu
Warga Baghdad mengambil air yang bau [Image Source]
11. Anak kecil Ethiopia ini tak punya pilihan lain selain minum genangan air kotor di depannya
Bocah kecil Ethiopia meminum air kotor [Image Source]
12. Pun begitu dengan bocah Sudan ini, ia terpaksa akan meminum air itu
Bocah Sudan ini mengumpulkan air kotor [Image Source]
13. Tidak terbayangkan jika kita ada di posisi orang-orang ini
Penduduk Guwahati, India, mengumpulkan air [Image Source]
Retribusi sampah di kawasan komersial di Jakarta diduga banyak yang tidak masuk ke kas daerah. Retribusi itu justru masuk kantong-kantong pribadi pejabat berwenang.
"Ini sedang kita cek ulang potensi retribusi wilayah. Jadi wajib retribusi masih bocor. Uang yang didapat masuk ke kantong pribadi," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Aji, saat dihubungi, Selasa (15/3/2016).
Menurut Isnawa, saat ini pihaknya sedang mengecek ulang retribusi yang sejauh ini masuk ke kas daerah. Jumlah uang yang masuk nantinya akan dikonfirmasi ke perusahaan yang membayar. Jika tidak sesuai, Isnawa akan menanyakan ke pejabat penanggung jawab maupun ke sopir truk sampah ke mana perginya uang itu.
Ia menegaskan, pihak-pihak yang nantinya ketahuan terlibat pasti akan ditindak. Sejauh ini, Isnawa mengaku sudah memecat empat sopir truk sampah.
"Kan ada hitungan-hitungan per kubik. Misalnya per bulan bisa Rp 1 juta, tapi yang disetor cuma 50 persen. Yang seperti itu kalau terbukti nanti kita copot," ujar Isnawa.
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menengarai adanya pungli (pungutan liar) dalam pengangkutan sampah di kawasan-kawasan komersial. Ia bahkan menuding pungli melibatkan pejabat di tingkat eselon IV.
Mulai tahun ini, seluruh pengelola kawasan komersial di Jakarta diwajibkan untuk dapat mengelola sendiri sampahnya. Dengan demikian, Dinas Kebersihan DKI Jakarta tidak lagi bertanggung jawab dalam pengangkutan sampah di tempat-tempat, seperti hotel, perkantoran atau pusat perbelanjaan.
Namun pengelola kawasan komersial masih bisa meminta Dinas Kebersihan untuk tetap mengangkut dan mengelola sampahnya dengan syarat, membayar retribusi.
Menurut Ahok, retribusi inilah yang dijadikan celah. Truk sampah DKI tetap mengangkut sampah milik kawasan komersial tetapi uang yang disetor masuk ke kantong pribadi.
"Karena banyak truk sampah yang menjemput sampah-sampah (pihak) swasta. Nah, di situ ada uang-uang," ujar Ahok di Balai Kota, Senin kemarin.
SUMBER: JAKARTA, KOMPAS.com -
"Ini sedang kita cek ulang potensi retribusi wilayah. Jadi wajib retribusi masih bocor. Uang yang didapat masuk ke kantong pribadi," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Aji, saat dihubungi, Selasa (15/3/2016).
Menurut Isnawa, saat ini pihaknya sedang mengecek ulang retribusi yang sejauh ini masuk ke kas daerah. Jumlah uang yang masuk nantinya akan dikonfirmasi ke perusahaan yang membayar. Jika tidak sesuai, Isnawa akan menanyakan ke pejabat penanggung jawab maupun ke sopir truk sampah ke mana perginya uang itu.
Ia menegaskan, pihak-pihak yang nantinya ketahuan terlibat pasti akan ditindak. Sejauh ini, Isnawa mengaku sudah memecat empat sopir truk sampah.
"Kan ada hitungan-hitungan per kubik. Misalnya per bulan bisa Rp 1 juta, tapi yang disetor cuma 50 persen. Yang seperti itu kalau terbukti nanti kita copot," ujar Isnawa.
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menengarai adanya pungli (pungutan liar) dalam pengangkutan sampah di kawasan-kawasan komersial. Ia bahkan menuding pungli melibatkan pejabat di tingkat eselon IV.
Mulai tahun ini, seluruh pengelola kawasan komersial di Jakarta diwajibkan untuk dapat mengelola sendiri sampahnya. Dengan demikian, Dinas Kebersihan DKI Jakarta tidak lagi bertanggung jawab dalam pengangkutan sampah di tempat-tempat, seperti hotel, perkantoran atau pusat perbelanjaan.
Namun pengelola kawasan komersial masih bisa meminta Dinas Kebersihan untuk tetap mengangkut dan mengelola sampahnya dengan syarat, membayar retribusi.
Menurut Ahok, retribusi inilah yang dijadikan celah. Truk sampah DKI tetap mengangkut sampah milik kawasan komersial tetapi uang yang disetor masuk ke kantong pribadi.
"Karena banyak truk sampah yang menjemput sampah-sampah (pihak) swasta. Nah, di situ ada uang-uang," ujar Ahok di Balai Kota, Senin kemarin.
SUMBER: JAKARTA, KOMPAS.com -




